Cara Membangun Personal Branding

Cara Membangun Personal Branding — Branding merupakan sebuah upaya komunikasi menjelaskan jati diri dari sebuah produk atau jasa termasuk kepribadian seseorang. Tujuannya memberikan perspektif kepada lawan bicara atau orang lain yang membaca, melihat. Objeknya bisa berupa tempat, benda dan manusia sehingga dapat mempertahankan, memperkuat di dalam ingatan semua orang.

Branding tidak bisa terpisahkan dengan kegiatan bisnis baik individu atau kelompok. Seseorang atau sebuah unit bisnis, tentunya – memiliki banyak tujuan dan salah satunya menginginkan produk atau jasa yang dipasarkan dikenal masyarakat. Untuk mencapai tujuan tersebut, setiap pebisnis atau unit bisnis perlu upaya branding.

Unsur-Unsur dari Branding

Strategi pemasaran yang tepat akan memudahkan jalan bagi setiap orang atau perusahaan yang memulai branding terhadap produk baik barang atau jasa. Dan langkah ini pun akan menanamkan image yang baik di benak dan pandangan pelanggan. Keberhasilan mencapai tujuan tersebut tidak lepas dari unsur-unsur yang mendukung strateginya. Berikut adalah unsur-unsur dari Branding:

  1. Nama atau Merek Dagang
    Sebuah merek atau seseorang dapat memasyarakat secara luas karena ada nama yang tersemat sehingga teridentifikasi pihak lain. Maka siapkanlah nama atau merek dagang sebagai identitas agar masyarakat dapat mengenal dan mengingatnya.
  2. Logo
    Setelah Anda menyiapkan nama, unsur berikutnya yang bisa dipersiapkan adalah logo. Apa itu logo? Logo atau simbol merupakan unsur yang juga berperan sebagai merek dagang (trademark) yang berperan sebagai ciri khas atau identitas diri atau tanda pengenal dalam bentuk logo, simbol atau lambang mewakili individu atau sebuah badan usaha.
  3. Juru Bicara
    Unsur selanjutnya, yaitu juru bicara. Sebuah perusahaan atau seseorang membutuhkan juru bicara ketika menjalankan branding. Perlu persiapan saat memilih juru bicara, setidaknya memilih juru yang baik. Hari ini kita mengenalnya dengan brand ambassador.
  4. Visualisasi atau Tampilan
    Dalam melakukan promosi, brand harus berpenampilan yang baik yang diaplikasikan pada setiap desain produk, kemasan dan lain-lain. Visualisasi meliputi; bentuk, warna dan tipografi. Sebuah perusahaan atau seseorang dapat terwakili karakteristiknya cukup dari visualisasi yang sudah ditampilkan.
  5. Suara
    Masyarakat bisa dengan mudah menyanyikan sebuah lagu atau bersenandung tanpa disadari bahwa suara yang keluar merupakan nada atau lagu yang sudah diciptakan dengan persiapan yang matang oleh seseorang atau perusahaan. Sebagai pemegang hak cipta, tentunya sudah terbilang berhasil karena telah menciptakan suara berupa nada atau lagu yang memasyarakat. Keberhasilan ini akan berdampak baik bagi perusahaan.
  6. Copywriting
    Unsur berikutnya adalah kata-kata yang ditata menjadi diksi yang menarik, atau sekarang orang mengenalnya dengan istilah copywriting. Penyusunan kata-kata biasanya dibuat untuk mudah diingat, bisa berupa; tagline, jingle, nama julukan dan lain-lain. Semakin menarik dan unik maka masyarakat atau audience akan mengingatnya dengan mudah.

Cara Membangun Personal Branding

Adapun bagi Anda yang tengah mencari Cara Membangun Personal Branding, bisa mempelajari dari pembahasan yang sudah tersebut di atas. Sebagai tambahan, kami coba kutip cara yang sudah terbukti berhasil bagaimana mengatur personal branding di era digital oleh Rio Purba.

[1] Tentukan Niche

Cara menentukan niche dengan mudah, coba tanya diri kita sendiri, “selama waktu luang, apa yang sering dilakukan?” Apakah menggambar, bernyanyi, berolahraga dan sebagainya? Jawabannya akan berpengaruh ke profesi kita di masa datang. Yang hobi menggambar berarti niche-nya adalah desain, bernyanyi berarti di bidang musik dan lain sebagainya. Bisa ditarik kesimpulan, niche dan profesi berjalan beriringan.

[2] Personal Image

Selanjutnya, bangun persona image Anda atau tunjukan citra pribadi yang sudah terbentuk agar khalayak mengetahuinya. Contohnya, secara konsisten kita memperlihatkan potret diri dengan mengenakan baju berwarna yang itu-itu saja dalam foto profil atau konten. Intinya, kita tunjukkan ciri khas kita di aktifitas keseharian yang beriringan serta sesuai niche yang ingin dibentuk.

[3] Bangun Skill

Ada 3 (tiga) tahapan dalam membangun kecakapan atau skill saat membangun personal branding.

  1. Kompeten atau mumpuni. Maka asah terus skill yang kita punya. Yang tadinya hanya mampu tingkat dasar (basic), ubah menjadi sedang (intermediate) terus asah hingga menjadi master atau pakar (expert). Jangan pernah merasa puas, bayangkan kalau kemampuan yang kita punya – juga dimiliki oleh orang lain yang juga berkompetisi membangun personal branding.
  2. Core Values atau inti nilai dari persona atau kepribadian kita. Contoh kalau secara umum Anda adalah seorang desainer grafis, maka inti nilainya – misalnya; desainer branding. Gambarannya kami contohkan dalam bentuk piramida terbalik.


    Gambar menunjukkan bahwa seorang desainer branding menjadi core values dari profesi umumnya, yaitu sebagai seorang desainer grafis. Maka pencitraan ini akan terkomunikasikan dan memberikan pemahaman kepada siapa saja, “Tidak saja sebagai desainer grafis bahkan lebih dari itu, sebagai desainer branding.”
  3. Added Values atau nilai tambahan yang sengaja kita tanamkan ke dalam skill kita yang orang lain belum tentu punya. Sehingga personal branding yang kita usung menjadi lebih spesial daripada kompetitor. Misalkan seorang desainer memiliki skill khusus di bidang desainer branding (core values), maka akan menjadi lebih spesial karena sering berbagi ilmunya di Vlog (added values). Sebab jarang sekali seorang desainer yang membangun personal branding di kanal video YouTube.

Apakah bisa membangun Personal Branding Tanpa Skill?

Lalu muncul pertanyaan, “Apakah bisa membangun Personal Branding Tanpa Skill?” Bisa saja, karena untuk pura-pura menjadi seorang yang ahli di suatu bidang bisa dilakukan dengan mudah. Hanya saja segala sesuatu yang hanya pura-pura saja tidak akan bertahan lama. Sekali lagi asah keahlian dengan tiga poin yang tersebut di atas.

tiga tahapan mengasah skill saat membangun personal branding
tiga tahapan mengasah skill saat membangun personal branding

[4] Siapkan Profile Online

Setelah kita asah skill dari mulai menjadi pribadi yang mumpuni di bidangnya, lalu memili core values hingga akhirnya terdapat nilai tambah sehingga menjadi pribadi yang spesial berbeda dengan kompetitor – maka selanjutnya menyiapkan profile online. Untuk Anda yang hendak menyiapkan profine online, sekarang bisa dengan mudah memulainya. Hari ini begitu banyak platform yang bisa kita pergunakan saat menyiapkan profile online saat membangun personal branding, sebut saja; Linkedin, Instagram, fanpage Facebook hingga blog atau website.

Cara Membangun Personal Branding

Perlukah Profile Online untuk Personal Branding?

Jawabannya, tentu saja perlu. Karena setiap pengguna internet salah satu upaya memenuhi kebutuhannya adalah dalam jaringan. Paling tidak, mereka akan masuk ke mesin pencarian, Google – misalnya. Kalau Anda tidak membuat profile online, jangan harap ditemukan dan dikenal oleh netizen. Padahal menayangkan profile di internet adalah cara paling mudah bagi siapa saja yang hendak melakukan personal branding.

[5] Membuat Konten

Setelah Anda menyiapkan profile menggunakan platform-platform seperti; blog, media sosial dan lain-lain, selanjutnya yang takkalah penting untuk dilakukan adalah membuat konten. Ibarat kendaraan, profile online adalah motor maka membangun konten adalah bahan bakarnya. Sehingga Anda bisa berjalan sejauh mungkin apabila motor tersedia dan bensinnya pun banyak.

Begitu pula dengan membangun konten, Anda bisa dengan mudah menyebarkan konteks personal branding dengan membuat profil online ke kanal mana saja yang Anda inginkan asalkan kontennya siap sedia. Caranya bagaimana?

Caranya, repurposing, artinya kita membuat ulang konten yang pernah kita buat di salah satu platform menjadi konten baru untuk kita publish platform lainnya. Misalnya, kalau selama ini Anda aktif sebagai blogger yang tentunya aktif menulis, nah bila berrencana membuat konten, semisal di YouTube – Anda tinggal menjadikan artikel blog Anda sebagai naskahnya sehingga akan melengkapi visual untuk konten YouTube.

[6] Tentukan Target Audience

Pada tahap selanjutnya, Anda harus bisa menentukan target audiens atau siapa sajakah calon pelanggan atau klien dari produk atau jasa yang sedang kita tawarkan yang dikemas dalam personal branding. Sehingga kita bisa dengan mudah mengarahkan konten yang sudah dipersiapkan pada titik yang sudah Anda tentukan. Jadi apabila profi sebagai kendaraannya dan konten sebagai bahan bakarnya maka audiens adalah tempat tujuan akhir. Benar-benar terarah dan tertuju.

Kesimpulan

Lakukanlah branding dengan baik, karena akan memberikan kesan yang positif dan membangun kepercayaan terhadap pelanggan. Demikianlah informasi bisnis mengenai Cara Membangun Personal Branding. Semoga artikel kali ini dapat memberikan penguatan bagi Anda yang tengah mendalami personal branding. Ganbate!


BACA JUGA: Peluang Usaha dengan Sedikit Pesaing